RSS

Sistem Ekonomi Islam Rahmatan Lil ‘Alamin

06 Apr

 

slideshare.net

Coretan Mantan Staf (ODOP-79)

Imperialisme gaya baru di Indonesia diwujudkan melalui kerjasama ekonomi, politik, dan budaya. Para Kapitalis menjadikan bentuk kerjasama secara  global dan regional termasuk dalam upaya memformat Indonesia sebagai bagian dari desain penjajahan baru (Neoimperialisme). Penandatanganan perjanjian kontrak karya dengan perusahaan asing dilakukan secara besar-besaran. Kebijakan itu dipermudah melalui perantaraan pemuda Indonesia yang disekolahkan di kampus terkemuka Amerika seperti Cornell, Berkeley dan Harvard melalui Program Marshall Plan yang melibatkan Ford Foundation. Alumnus AS yang dikenal sebagai Mafia Berkeley ini mendapatkan kedudukan strategis sejak awal Orba dalam meliberalisasi ekonomi Indonesia.

Program liberalisasi ekonomi Indonesia digelontorkan melalui program pinjaman yang diberikan oleh Bank Dunia, ADB, USAID dan OECD (Organization for Economic Co-operation and Development). Fatalnya, pergantian penguasa tidak mampu mengakhiri rezim neoliberalis. Pengusaha asing semakin dimakmurkan, korporasi global semakin dibesarkan dan kedaulatan asing dilanggengkan.

Dalam rezim Neolib negara tidak berperan sebagai pelayan rakyat yang menyediakan semua hajat hidup rakyat secara layak dan murah, bahkan gratis. Tetapi pemerintah telah menjadi pengusaha yang turut menjadikan rakyat sebagai sumber pendapatan negara, dengan menempatkan swasta sebagai pengelola hajat hidup orang banyak. Indonesia menjadi salah satu negara dengan peningkatan ketimpangan tercepat di wilayah Asia Timur. 68 juta penduduk Indonesia rentan jatuh miskin, dengan pendapatan hanya sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan keluarga miskin. Guncangan ekonomi seperti jatuh sakit, bencana dan kehilangan pekerjaan berpotensi membuat kelompok penduduk tersebut kembali jatuh miskin (Kompas,24/9/14).

Namun akibat paling berbahaya dari tatanan Neolib-Neoimperialisme adalah dampak sosial yang bermuara pada kehancuran keluarga dan kehancuran peradaban. Kesulitan mendapatkan pekerjaan bagi laki-laki menjadikan mereka rela melepas status terhormat sebagai kepala keluarga. Fungsi Qowwam laki-laki perlahan tereduksi. Sementara strategi massif pemberdayaan perempuan membuat kewajiban mereka beralih tangan. Konsekuensi logis jika perampuan harus keluar rumah mencari penghasilan adalah meninggalkan kewajiban utamanya sebagai pengurus rumah tangga, termasuk hadlonah bagi anak yang masih membutuhkannya.

Sistem ekonomi Islam adalah sistem ekonomi yang rahmatan lil ‘alamin. Sistem ini mempunyai ketentuan tentang kepemilikan pribadi, kepemilikan umum dan kepemilikan negara, pengelolaan kepemilikan dan pendistribusian di tengah masyarakat. Termasuk berupa penetapan kepemilikan umum seperti barang tambang dengan jumlah besar, hutan, laut, sungai, dan sebagainya. Sebagai milik seluruh rakyat, negara wajib mengelolanya dan seluruh hasilnya dikembalikan kepada rakyat. Maka negara bisa memenuhi kebutuhan pokok individu yang membutuhkan, menyelenggarakan pendidikan dan pelayanan kesehatan secara gratis serta melakukan pembangunan yang menyejahterakan seluruh rakyat. Maka sudah semestinya kita kembali kepada Islam, niscaya kita akan mendapati konsep-konsep yang gemilang, yang menjanjikan kesejahteraan hakiki saat diterapkan. []

-Emma Lucya F-

 

 
Leave a comment

Posted by on April 6, 2016 in opini

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: