RSS

Jujur Ga Harus “Ajur”

24 Mar

Coretan Mantan Staf (ODOP-67)

Pengalaman mendapatkan asisten rumah tangga yang kurang jujur beberapa minggu yang lalu membuat saya berpikir ulang untuk mencari pengganti. Sakit tipus yang divoniskan dokter membuat saya berpikir untuk mencari pembantu. Dalam waktu dekat sudah dapat orangnya, namun ternyata belum tepat. Orangnya terbukti kurang jujur, karena gagal melalui tes kejujuran yang saya dan suami lakukan dalam waktu bersamaan. Padahal kami berdua tidak janjian untuk ngetes kejujuran si asisten rumah tangga di hari yang sama lho, mungkin karena sehati kali ya. Cieee. Kami berdua pun melakukan inisiatif masing-masing dan hasilnya…taraaa!!! Si asisten rumah tangga tidak jujur. Keesokan harinya di-PHK lah dia oleh kami. Ya gimana lagi.

Mencari orang jujur di jaman sekarang memang tidak gampang. Mulai dari kalangan bawah (asisten ruma tangga misalnya) hingga kalangan elit berdasi-terpelajar ada saja kita temui kasus pencurian, korupsi dan sejenisnya. Pencuri kelas teri hingga kelas kakap semua ada. Krisis sosial ini masih mendominasi di tengah masyarakat dan tak ada yang bisa menjamin penyakit masyarakat ini akan bisa diberantas.

Ada sindiran pesimistis berbahasa Jawa “sopo jujur bakal ajur”. Maksudnya, jika bersikukuh untuk hidup dengan memegang prinsip kejujuran bisa-bisa hidupnya akan hancur. Kalau lingkungan sudah biasa korupsi, tapi nekat untuk jujur dan menolak ikut-ikutan korupsi maka akan dikucilkan dari pergaulan, karir pun hancur. Apa iya begitu?

Ketidakjujuran sudah menjadi barang biasa. Sistem serba boleh (permisif) di masyarakat juga mengokohkan keberadaannya. Ketidakjujuran berubah menjadi bahaya laten. Cara jitu untuk memberantasnya memang juga harus dengan adanya sistem tandingan. Jujur – kejujuran yang terkait dengan hak kepemilikan diatur dengan sangat rapi dalam sistem Islam. Ada kepemilikan individu, kepemilikan umum dan kepemilikan Negara. Semua dikemas dalam Sistem Ekonomi Islam (Nidhamul Iqtishadi fil Islam). Maka dengan diterapkannya sistem ekonomi Islam, kejujuran masyarakat akan muncul dan terkondisikan dengan baik, tanpa merasa terpaksa. Dan jujur tidak harus ikut-ikutan “ajur” (hancur) []

-Emma Lucya F-

 

 
Leave a comment

Posted by on March 24, 2016 in chickenSoup

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: