RSS

Trenyuh Sendiri Membacanya, Proposal Hidup Saya di 2011

18 Mar

Coretan Mantan Staf (ODOP-61)

Ada yang terwujud, bahkan melebihi target. Masyaallah. Ada juga yang memang belum terlaksana, belum terwujud. Ada juga yang telah diambil kembali oleh Sang Pemilik Jiwa (Bapak). Biarlah Allah Ta’ala yang menambah, mengurangi, menyempurnakannya. Karena itulah yang terbaik.

Bismillahirrohmanirrohim…

Segala puji hanya bagi Alloh SWT, Rabb semesta alam. Terkirim doa selalu kepada Rasulullah SAW, para sahabat, para tabi’it tabi’in, dengan keikhlasannya yang sungguh luar biasa hingga Islam bisa sampai di negeri ini.

Saya, Emma Lucya Fitrianty. Sekarang tinggal dengan kedua orang tua dan satu adik kandung laki-laki saya di jl. Imam Bonjol 263 Desa Sukorejo Kec. Gurah Kab. Kediri. Saya lulusan Fak.MIPA Jurusan Matematika (Program Studi Statistika) angkatan 2004 dan lulus tahun 2008.

Dari kecil, saya dididik untuk selalu belajar dan berprestasi. Dari SD sampai SMA saya selalu mendapat juara kelas. Pernah di SMP, saya menjadi peraih Nilai Ebtanas Murni (NEM) terbaik di sekolah. Pun di SMA, saya selalu menjadi juara kelas paralel meski bukan yang terbaik teratas. Suasana kompetensi selalu mengiringi perjalanan studi saya. Hingga di kelas 2 SMA, saya menemukan arti sebuah persahabatan. Saya pun merubah karakter saya yang sebelumnya individualis dan egois menjadi lebih loyal dengan teman-teman. Semester II (akhir kelas 3 SMA), saya merubah orientasi saya. Tidak harus menjadi juara kelas, asalkan bisa diterima di sebuah Perguruan Tinggi, intinya bisa melanjutkan kuliah, karena keterbatasan keuangan keluarga. Dan keinginan saya pun terwujud. Saya diterima di Universitas Brawijaya Malang tahun 2004 melalui jalur PMDK/PSB dan untuk pertama kalinya di SMA, saya menjadi juara II kelas (yang sebelumnya selalu juara I).

Perjalanan hidup saya pun dimulai di kampus. Saya berhasil meyakinkan orang tua saya bahwa saya bisa kuliah dan bisa mengupayakan biaya hidup saya sendiri. “Ayolah bapak, aku minta dibiayai satu tahuuun saja, setelah itu, Emma akan mengusahakan beasiswa. Pasti ada! Pasti emma bisa!” saya yakinkan orang tua saya. Meski dalam benak ini ada seribu keraguan tentang apakah saya benar-benar bisa. Dan ini benar-benar terjadi. Di tahun kedua dan seterusnya, bapak saya tak mampu mengirimkan uang SPP, bahkan uang makan pun tak mampu. Sebuah ujian bagi saya. Sambil kuliah, saya pernah berjualan snack dan makanan ringan lain di kos, melayani pesanan kue dari kampus, jualan donat door to door ke kos-kosan di sekitar kampus, menjadi tentor di lembaga bimbingan belajar, guru prifat SD sampai SMA, serta ‘nyambi’ jadi konsultan Analisis Data dan penelitian bagi teman-teman yang lagi skripsi (lucunya, kadang bayarannya berupa oleh-oleh khas daerah para klien saya itu, *.* ). Apapun saya lakukan, asalkan mendapat tambahan pemasukan dan halal! Demi saya bisa tetap survive!!!

Di lingkungan yang baru di Universitas, dengan komunitas yang baru, saya menemukan lagi arti sebuah persahabatan. Persahabatan di jalan Ilahi, jauh lebih berharga dari arti persahabatan sebelumnya di SMA dulu. Luar biasa. Subhanalloh. Alloh SWT mempertemukan saya dengan para sahabat yang hati-hati kami telah terikat kuat lebih dari saudara senasab. Persahabatan di jalan dakwah. Hingga saat ini. Banyak hal dan pelajaran hidup yang kami alami hingga menjadikan diri saya yang sekarang.

Sebelumnya, saya pernah membuat semacam “Afterlife Mapping”. Dan didalamnya saya ber’azam untuk mendakwahkan Islam di sisa umur saya, mengusahakan agar orang-orang yang saya temui dan ada dalam hidup saya memahami Islam Rahmatallil ‘alamin, khususnya di Kediri. Beberapa minggu kemudian, step awal pun terjadi. Setelah satu tahun bekerja sebagai konsultan Statistika di kota Malang (membantu orang-orang penelitian), saya diterima sebagai CPNS di Pemerintah Kabupaten Kediri. Saya mengambil kesempatan ini dan memilih untuk pulang kampung ke Kediri, dibanding memilih di Departemen Pertanian yang penempatannya belum jelas dimana (saya diterima langsung di dua instansi yang berbeda). Saya merasa bahwa inilah awal jawaban dari Afterlife Mapping saya sebelumnya. Demi dakwah ini.

Dan untuk kesekian kalinya ini, saya akan menuliskan Proposal hidup saya untuk memperkuat ‘azam saya dan memotivasi saya, bak hiu kecil seperti Ust. Faqih Syarif katakan.

Inilah proposal hidup saya.

Saya adalah spesial. Orang tua saya memberikan nama Fitrianty, bagi saya itu sebuah anugerah. Terdapat doa yang sungguh luar biasa. Saya lahir ketika malam takbir Idul Fitri. Subhanalloh! Malam ketika seluruh kaum muslim di dunia mengumandangkan takbir, tahlil dan tahmid! Allohu Akbar! Itu semakin memotivasi dalam hidup saya bahwa saya adalah spesial! Fitri, semoga saya suatu saat nanti kembali ke hadapan Alloh SWT dalam keadaan yang fitri, suci. Amin ya Robbal ‘alamin. Saya lahir pada tanggal 8 Juni, yang saya tahu adalah juga tanggal Masehi dimana Rasululloh pada tanggal itu meninggal dunia, sebuah kesedihan yang sangat mendalam bagi kita semua, kaum muslimin-mukminin. Saya yakin, Alloh SWT menciptakan saya di dunia ini tidak untuk menjadi sia-sia.

Demi keluarga, saya sekarang bekerja di Pemerintah Kabupaten Kediri, di Badan Kepegawaian Daerah. Pekerjaan sehari-hari menangani masalah teknis kepegawaian. Walau saya sadari bahwa sampai kapanpun dan dengan kondisi yang bagaimanapun, hukum wanita bekerja akan tetap mubah. Namun, kondisi keluarga saya sekarang sangat membutuhkan bantuan dana untuk membiayai kehidupan sehari-hari karena pendapatan bapak saya belum cukup (dikarenakan terganjal permasalahan bapak yang cukup pelik di masa lalu dan sekarang kondisi fisiknya yang sudah cukup lemah serta beliau sering sakit, bahkan sempat terindikasi jantung lemah). Saya ingin membantu memenuhi kebutuhan keluarga saya secara finansial. Saya ingin kondisi ini akan berubah jauh lebih baik (jika memang diridhoi Alloh Subhanahu wata’ala). Untuk itulah, saya ingin berikhtiar semampu saya.

Hampir satu tahun sudah saya bekerja sebagai CPNS. Saya mulai tahu, kenapa ada sebagian orang yang mengatakan bahwa menjadi Pegawai Negeri Sipil itu syubhat (penghasilannya meragukan ke-halal-annya). Benar jika dikatakan bahwa selama sistem yang diterapan di negeri ini bukan sistem Syari’ah Islam, maka yang namanya praktik KKN sampai kiamat pun tidak akan pernah berhasil diberantas. Di dunia kerja yang sekuler saat ini, syari’ah Islam belumlah dijadikan patokan. Belum ada standar halal-haram yang benar-benar dipakai oleh orang-orang ‘am di sekitar saya ini. Hal ini semakin meyakinkan saya bahwa Syari’at Islam is the Best untuk seluruh umat manusia. Semoga saya tetap istiqomah di dalam sini. Demi dakwah semakin tersebar di tengah-tengah umat Islam. Saya berusaha bersikap proporsional dan menjauhi hal-hal yang dikatakan syubhat tersebut. Saya berprinsip bahwa aqod saya bekerja adalah ijaroh. Saya digaji atas kerja saya. Namun ketika wilayah kerja saya tidak aman lagi, semoga ada jalan lain sebagai jalan rizki keluarga saya. Alloh Maha Kaya!

Disamping bekerja di instansi Pemerintah, saya tetap membuka lembaga jasa konsultasi Statistika di Kediri bernama Independent Statistics Center (ISC) yang harapannya dalam 1 tahun ke depan sudah dikenal luas oleh masyarakat Kediri & sekitarnya serta tingkat nasional secara umum. Harapan saya, selain untuk menambah masukan pendapatan, lembaga ini mampu menjadi washilah dakwah & relasi kontak untuk dakwah di masyarakat, khususnya masyarakat Kediri sesuai moto ISC: Building Global Partnership.

Sekitar pertengahan tahun ini, adik laki-laki saya lulus SMA (sekarang dia kelas 3 SMK). Saya ingin mewujudkan keinginan dia untuk kuliah di Perguruan Tinggi. Semoga Alloh memudahkannya. Saya juga ingin membantu mengantarkannya menjadi seorang ikhwan yang hanif.

Dalam perjalanan dakwah ini, saya sadari potensi saya yang lebih menonjol di bidang kepenulisan. Untuk itu, saya ingin menjadi penulis yang Expert. Dalam 1 tahun ke depan, saya ingin menjadi kontributor utama artikel di media Pemerintah Kabupaten Kediri (namanya sekarang Tabloid Spasi) dan juga media massa lokal dan nasional. Tahun ini saya ingin kumpulan cerpen saya berhasil diterbitkan dan menjadi buku kumpulan cerpen mabda’i yang pertama di Indonesia. Amin ya Robbal alamiin. Itu buku saya yang pertama. Untuk buku saya yang kedua, rencananya nonfiksi. Tentang motivasi bagi remaja, dengan taste yang insyaAlloh berbeda dengan buku-buku motivasi remaja yang selama ini sudah ada (namun tetap mabda’i). InsyaAlloh akan saya rampungkan segala konsepnya dalam 3 (tiga) bulan ke depan, insyaAlloh. Untuk buku ketiga nantinya, saya ingin menyusun buku yang isinya berupa ilmu-ilmu Statistika (sesuai jurusan kuliah saya dulu) dengan sentuhan nilai-nilai Islami yang berhubungan dengannya. Sudah ada konsep: ”Mencari Makna di Planet Statistika”. insyaAlloh akan saya rampungkan setelah buku kedua saya.

Dalam bidang sosial, saya ingin memiliki anak asuh nantinya. Dalam 20 tahun mendatang saya ingin mendirikan sebuah panti asuhan bersama suami saya yang didalamnya diterapkan pola pendidikan bersyakhsiyah (berkepribadian) Islam. Saya ingin membangunkan sebuah rumah yang layak untuk kedua orang tua saya (rumah yang sekarang bukan asli milik bapak) dan yang paling membahagiakan, saya bisa memberangkatkan orang tua saya pergi Haji.

Semoga Alloh SWT mendengarkan seluruh asa dalam doa saya ini. dan Dia ridhoi semua ini. Semoga Alloh SWT senantiasa menjaga keistiqomahan saya di jalan dakwah ini.

Amin. Amin. Amin ya Robbal ‘alamin.

Teruntuk doa juga untuk para sahabat saya semua di jalan dakwah untuk melanjutkan kembali kehidupan Islam yang barokah: Semoga selalu istiqomah.

Salam

Emma Lucya Fitrianty

 
Leave a comment

Posted by on March 18, 2016 in chickenSoup

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: