RSS

Pesantren pun Dibobol Narkoba

01 Mar

Coretan Mantan Staf (ODOP-45)

Setelah beberapa waktu lalu heboh dengan fenomena UIN Suka Gay Community, ada lagi berita tidak sedap datang dari dunia pesantren. Narkoba telah merangsek masuk ke lingkungan pesantren yang harusnya bebas dari barang haram itu (republika.co.id, 29/11/2015). Islam melarang dan mengharamkan narkoba. Ummu Salamah menuturkan: Rasulullah saw melarang setiap zat yang memabukkan dan menenangkan (HR Abu Dawud dan Ahmad). Dampak dari penggunaan narkoba sangat besar. Narkoba dapat merusak akal dan merusak kesehatan tubuh penggunanya. Contohnya, para pengguna ekstasi dan kokain akan mengalami kerusakan sel-sel syaraf otak hingga akhirnya bisa menjadi paranoid dan antisosial. Akibatnya mereka dapat dengan mudah untuk melakukan tindak kriminal. Heroin atau putauw juga dapat menyebabkan kematian karena narkoba dapat menekan pusat pernafasan yang terletak di batang otak, pembengkakan paru-paru secara akut atau karena terjadi reaksi yang fatal.

Kejahatan narkoba menjadi ancaman terbesar bagi generasi muda. Anggota Fraksi Partai Demokrat MPR, Didik Mukrianto mengatakan bahwa Para pengedar narkoba sudah melaksanakan kejahatannya hingga ke sekolah dasar. Kejahatan narkoba sudah menjadi kejahatan transnasional yang rapi, terstruktur dan masif (republika.co.id, 13/06/2015). Lingkungan pesantren pun tidak luput dari incaran. Bagaimana pesantren akan menghasilkan produk santri unggulan jika akal dan fisik para santri itu dirusak oleh narkoba?

Masalah ini harus menjadi perhatian serius kita semua. Saat ini, citra pesantren sebagai tempat karantina para pecandu narkoba pun masih melekat. Sehingga calon santri yang masuk ke pesantren termasuk orang-orang bermasalah yang bisa jadi ‘membawa’ narkoba ke lingkungan pesantren. Penyaringan calon santri hendaknya lebih diketatkan lagi. Cara (uslub) ini sejatinya juga tidak cukup untuk membendung masuknya narkoba ke pesantren. Arus liberalisme di luar pesantren memang sangat deras. Saat ini, halal-haram ketika melakukan perbuatan tidak lagi menjadi standar. Anak-anak dan generasi muda yang notabene pemilik masa-masa kebebasan dan pencarian jatidiri menjadi sasaran empuk penyalahgunaan narkoba karena kondisi jiwa yang masih cenderung labil.

Maka, penanaman akidah Islam yang shahih dan mendalam kepada generasi muda kita -tidak boleh tidak- harus kita lakukan bersama dan bersinergi. Tidak hanya mengandalkan pesantren, tapi juga di lini keluarga, masyarakat, terlebih negara yang menginisiasi dan mengawalnya. Ketakwaan individu (iman) harus terbentuk pada diri santri sehingga tidak ada keinginan sedikitpun mendekati narkoba. Selain itu, masyarakat sekitar tidak abai dan senantiasa mengawasi. Dan yang paling penting, negara harus tegas menerapkan sanksi hukuman atas pelaku penyalahgunaan barang haram tersebut. Karena dari kesemuanya ini, bagaimana akan bisa dihasilkan produk santri unggulan jika mereka teler dengan narkoba? Sudah saatnya kita berantas narkoba dengan menggencarkan gerakan Islam Kaaffah di negeri ini. Stop arus liberalisme! []

 

Emma Lucya Fitrianty, S.Si

Penulis buku-buku Islami dan Pemerhati pendidikan remaja

 

 
Leave a comment

Posted by on March 1, 2016 in chickenSoup

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: