RSS

Mendadak Scriptwriter

04 Feb

Coretan Mantan Staf (ODOP-20)

Waktu itu pas lagi sibuk-sibuknya nyiapin pentas di acara perpisahan SMA. Anak-anak sekelas sepakat untuk bikin drama musikal. Semua anggota kelas bakal dilibatkan. Saya pun didaulat jadi narator sekaligus penulis script. Wah, nggak kebayang sebenarnya. Tapi, karena sudah terbiasa jadi ketua kelas jadi nggak terlalu susah untuk ngatur tingkah polah teman-teman yang kadang semau dengkulnya. Jadi ya, enjoy aja!🙂

Persiapan pun dimulai. Scriptnya harus sudah kelar duluan dong! Hmm, akhirnya siang malam saya lembur bikin script. Nampung ide cerita dari sana sini, berimajinasi, sampai ada beberapa kalimat di script yang mirip-mirip dengan dialog sinetron. Hehehe. Akhirnya, jadilah script itu berlembar-lembar coretan tulisan tangan (maklum masih agak jadul dan nggak kepikir untuk dicetak printer). Judulnya kalau nggak salah ingat sih “Cinta yang Tak Sampai.” Yahh, namanya juga masa-masa SMA, yang ada di pikiran kala itu ya soal cinta. Itu aja! Kala itu belum ngeh dengan istilah virus merah jambu, virus mewabah yang kayaknya sekarang beradaptasi menjadi istilah baper alias bawa-bawa perasaan, hehe sok gaul ya?

Tema drama yang saya bikin terinspirasi dari lagu grup band Padi yang judulnya Kasih Tak Sampai dengan lirik di reff-nya : ‘Tetaplah Menjadi Bintang di Langit…!’ (lho kok jadi nyanyi hehe), lagi populer banget waktu itu.

Persiapan, perbekalan, tenaga, pikiran, termasuk jajanan dan makanan semuanya dikerahkan oleh teman-teman sekelas. Bahkan kalau sampai harus berguling-guling di atas pentas, mau dah mereka. Konyol banget J. Semua menikmatinya. Alhamdulillah, peluh keringat kami tidak sia-sia. Ibu guru bahasa Indonesia mengacungi jempol karya kami. Bahkan ketika gladi bersih di kelas, beliau sampai nangis mendengar narasi yang saya bacakan.

Ya sampai akhirnya sekarang saya baru nyadar bahwa apa yang kami lakukan waktu itu belum 100% benar. Ternyata ada batasan-batasan sebuah seni dalam Islam. Syeikh Ziyad Ghazzal dalam Masyru’ Qanun Wasa`il Al I’lam menjelaskan seni drama dibolehkan dengan 5 (lima) syarat : Pertama, tak adanya campur baur (ikhtilath) antara laki-laki dan perempuan. Kedua, tak adanya laki-laki menyerupai perempuan atau sebaliknya. Ketiga, tak memerankan para malaikat, para nabi, para khulafaur rasyidin, istri-istri Nabi SAW, dan Maryam ibunda Nabi Isa AS. Keempat, tak membuat atau menggambar makhluk bernyawa. Kelima, tak menggambarkan kejadian gaib seperti hari kiamat, surga, neraka, dan alam kubur.

Namun, hal yang paling berkesan adalah, saya mampu menyelesaikan bagian tugas saya dengan baik, menjadi scriptwriter, perdana dalam hidup saya. Cihuy!😀 []

 

Emma Lucya Fitrianty

#BelajarNulis

id wikihow

sumber gambar : id.wikihow.com

 
Leave a comment

Posted by on February 4, 2016 in chickenSoup

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: