RSS

kaze

02 Feb

Coretan Mantan Staf (ODOP-18)

Ada yang pernah bertanya kepada saya, apa arti nama kaze pada nama pena yang pernah saya pakai. Ya, saya memilih nama Yiruma Kaze di buku perdana saya yang judulnya “Lelaki Hermaprodit”. Semacam berbau Jepang ya? Kenapa Jepang?

Waktu kuliah di Prodi Statistika Jurusan Matematika FMIPA Universitas Brawijaya, saya pernah bermimpi. Entah kenapa, mimpi saya itu begitu membekas dan beratsar (berpengaruh) dalam hidup saya selanjutnya. Dalam mimpi, saya seakan berjalan di dalam sebuah hall besar. Namun kosong. Dalam kesendirian itu nampak di sekitaran saya semua berwarna jingga. Ada banyak pohon maple di luar sana, daun-daun bintang warna jingga yang berserakan di musim gugur. Waktu itu saya ingin sekali melanjutkan kuliah Master di luar negeri dengan harapan akan mendapatkan full scholarship. Saya tahu diri, untuk kuliah dan biaya hidup di kos-kosan saja harus banyak berjuang sendiri karena bapak sering sakit. Mungkin itu penyebabnya hingga harapan besar itu tertanam ke alam bawah sadar dan tergambar jelas di alam mimpi. Setelah kejadian hari itu, muncul keyakinan yang mendalam bahwa suatu saat saya pasti akan bisa benar-benar berada di tempat seperti dalam mimpi saya. Jepang. Insyaallah.

Saya pun tertarik dengan dunia kepenulisan. Menjadi penulis menjadi passion saya. Saya pilih lah sebuah nama pena. Angin. Angin yang semilir itu menyejukkan, membuat nyaman setiap orang. Namun berhati-hatilah dengan angin. Jangan sampai membuatnya marah, bahkan kecewa. Karena jika demikian, dia bisa berubah menjadi badai yang siap menghantam memporakporandakan apapun yang ditemuinya. Sayapun akhirnya memilih nama “Kaze” yang artinya angin. Sedangkan Yiruma adalah pemberian seseorang yang sudah saya anggap seperti adik saya sendiri (yang kemudian betul-betul menjadi adik ipar saya). Yiruma tak memiliki arti yang mendalam. Waktu itu, Yiruma adalah nama seorang pianist terkenal di Jepang.

Itu saja. Jadi tak perlu berasumsi macam-macam tentang arti nama “kaze”. Ini juga sebagai jawaban saya untuk seorang laki-laki dewasa yang mengolok-olok nama pena saya karena kalah debat tentang sebuah ide di dunia maya. Dia bilang, arti nama kaze itu ‘kentut’. Sepertinya itu perbuatan tak bijak terhadap seorang perempuan. Menyerang sisi pribadi ‘lawan debat’ karena tak mampu membalikkan argumen. Sungguh terlalu! (kata Bang Rhoma….:P )

Beberapa tahun kemudian, ternyata saya benar-benar berjodoh dengan Jepang. Allah mengabulkan mimpi saya. Bukan (dan belum) untuk melanjutkan kuliah Master, tapi mengunjungi garwa (sigaran nyawa / belahan jiwa, bahasa Jawa) saya yang sedang berjuang menuntaskan program doctoral di Kyoto University. Hehe.

Ternyata skenario Allah Ta’ala itu jauh lebih indah. []

 

 

Emma Lucya Fitrianty, S.Si

Penulis

maple

 
Leave a comment

Posted by on February 2, 2016 in chickenSoup

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: