RSS

(Ingin) Rumah di Surga

27 Jan

Coretan Mantan Staf (ODOP-12)

Katanya kalau nggak pinjam duit ke bank alias kredit, nggak akan bisa bangun rumah? Katanya kalau nggak pake leasing, mustahil bisa bikin rumah? Iya apa iya?

Jawab saja : Allah itu Mahakaya!😀

Kami berpegang pada keyakinan bahwa Allah nggak akan menelantarkan hidup kita jika benar-benar menginginkan sebuah kebaikan hakiki. Siapa sih yang nggak mau orang tuanya punya tempat berteduh “sendiri”? Kami pun mau. Siapa sih yang nggak mau memuliakan orang tua? Sangat mau (sekali)! Dan inilah yang menjadi satu alasan utama kenapa waktu itu saya belajar bersabar melanjutkan profesi sebagai “wanita kantoran”, bertarung dengan naluri seorang ibu yang ingin setiap saat memeluk sang buah hati di rumah. Bertahan dengan cibiran beberapa orang bahwa saya lebih mementingkan karir dibandingkan dengan anak dan suami. Setiap orang punya alasan kan ya? Makanya, cari tahu alasan kenapa seseorang memilih A ketimbang B, jangan langsung menjustifikasi. Karena “sakitnya tuh di sini?” Hehe. Sampai akhirnya saya putuskan “Oke stop! Off dulu. Dahulukan yang wajib ain, biarkan Allah yang akan menata semuanya. Ikhtiyar kita nggak akan sia-sia. Let’s belajar tawakal kepada Allah.” Nggak mudah, waktu itu!

Ah sudah, it’s over! Tak perlu diceritakan lebih detail lagi lah ya, nanti bisa mengakibatkan gerimis di hati.

Lalu, gimana soal bangun rumah? No leasing! No kredit bank! Itu prinsip yang kami pegang. Meskipun proses pembangunan rumah kami membutuhkan waktu lebih lama, no problemo. Yang penting bebas dari riba. Biar lambat asal selamat. Selamat dunia dan akhirat.

Melibatkan diri dengan riba itu ibarat lilin yang menyala. (Misalkan) saya yang sudah berpenghasilan tetap dan mampu mengajukan kredit ke bank, hasilnya mungkin orang-orang di sekitar kita sangat terbantu dengan itu. Bak memberikan cahaya kebahagiaan untuk keluarga. Namun ternyata apa yang terjadi? Kita sendiri terbakar. Tubuh kita terbakar. Hancur. Lalu buat apa semua ini? Bak lilin yang nyalanya membawa terang, namun dirinya hancur sendiri. Na’udzubillaahi mindzaalik.

Allah subhanahu wa ta’ala jelas-jelas melarang kita dalam aktivitas ribawi. “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka Berkata (berpendapat), “Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba,” padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya”. [TQS Al Baqarah (2): 275].

Dalam hadits juga sudah banyak disebutkan besarnya dosa riba.

  1. “Satu dirham riba yang dimakan seseorang, dan dia mengetahui (bahwa itu adalah riba), maka itu lebih berat daripada enam puluh kali zina”. (HR Ahmad dari Abdullah bin Hanzhalah).
  2. Riba itu mempunyai 73 pintu, sedang yang paling ringan seperti seorang laki-laki yang menzinai ibunya, dan sejahat-jahatnya riba adalah mengganggu kehormatan seorang muslim”. (HR Ibn Majah).
  3. “Rasulullah saw melaknat orang memakan riba, yang memberi makan riba, penulisnya, dan dua orang saksinya. Belia bersabda; Mereka semua sama”. (HR Muslim)

Jadi ya memilih bersabar dulu. Kami pun memilih begitu. Karena menanggung dosa riba, kami tak mampu!

Dan ternyata kemudian Allah mendatangkan rizki dari jalan yang tidak kami sangka. Alhamdulillah saat ini kami sedang proses menyelesaikan “gubuk” kecil kami di kampong. Untuk ibu. Mohon doa dari semua. Semoga prosesnya lancar.

Yang paling penting adalah semoga ini membawa barokah untuk kami semua. Barokah yang maknanya bertambah-tambah. Bertambah ketakwaan penghuninya kepada Allah, bertambah rizkinya yang halal, bertambah kebaikan pada semua hal. Karena apa lagi yang kita inginkan ketimbang itu semua. Dan semoga dengan ini Allah membukakan jalan yang lapang kepada alm.bapak di akhirat. Ya Rabb, pertemukanlah kami di surga-Mu yang luas. Aamiin.[]

 

Emma Lucya Fitrianty, S.Si

Penulis

IMG-20160125-WA0018

 

 

 

 
Leave a comment

Posted by on January 27, 2016 in chickenSoup

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: