RSS

Target vs Bonus Nulis

25 Jan

Coretan Mantan Staf (ODOP-10)

Tugas penulis itu ya memang nulis, nulis dan nulis. Baik menulis surat pembaca atau opini di koran, cerpen atau cerbung di majalah/tabloid, novel, dan lain-lain. Seorang penulis lepas seperti saya pasti punya target dari setiap tulisan yang dibuat. Selain konten/materi yang mengena, target setiap tulisan ya tembus media alias TAYANG. Baik itu di media milik kita sendiri atau milik pihak lain.

Beberapa tulisan saya pernah tayang di media, memang ada yang berbayar dan ada yang tidak. Yang berbayar atau ada imbalan ‘koin’ / bentuk imbalan lain ya yang berupa proyek buku, seperti “Lelaki Hermaprodit” (kumpulan Cerpen Islami terbitan Al Azhar Fresh Zone Publishing), chickensoup “Masih Ada Jalan” (dalam antologi kisah dakwah bertajuk Nyala-Nyali Dakwah di Penjuru Negeri terbitan Al Azhar Press), storycake “20 Hari Dikejar Cinta” (dalam buku #NikahAtauPutusinDia bersama @LukyRouf & Friends terbitan Al Azhar Press), buku Puzzle Dakwah bareng mbak Nurisma Fira dkk, dan yang terakhir buku nonfiksi “Remaja 24 Karat” terbitan Al Azhar Press juga.

Cerpen ‘Aku Lesbi??!’ pernah nyasar menjadi nominator Lomba Cerpen dan Essai se Malang Raya oleh Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang. Nyasar, karena bukan saya yang mengirimkan untuk dilombakan. Judul cerpen ini yang sebenarnya menjadi judul utama buku perdana kami. Namun karena sudah pernah dilombakan akhirnya cerpen tersebut direject dan digantikan cerpen lain berjudul “Lelaki Hermaprodit”.

Kalau tulisan cetak indie alias dengan biaya cetak sendiri ada cerpen “Cermin Retak” (dalam antologi cerpen Islami bertajuk Cinta Bernilai Dakwah terbitan Forum Aktif Menulis (FAM)) dan novel “Dua Panji”.

Untuk bisa TAYANG di media (khususnya media pihak lain), tulisan harus diselesaikan, sejelek apapun hasilnya. Harus ada target “selesai” dari setiap tulisan kita. Caranya, buat deadline sendiri pada masing-masing tulisan sehingga nasib tulisan kita itu jelas, tidak terbengkalai di dalam folder. Jadi, kuncinya “TULIS-KIRIM! TULIS-KIRIM!” atau “TULIS-POSTING! TULIS-POSTING!”. Begitu diajarkan para senior yang saya kenal.

Kalau soal Bonus menulis? InsyaAllah pasti ada kok. Baik bonusnya berupa “koin” maupun “poin”, biar Allah saja yang mengaturnya. Tugas kita hanya nulis dan pasang target. Itu saja.[]

Emma Lucya Fitrianty, S.Si

Penulis

sp anak terpapar kondom1

Surat pembaca tayang di kolom Mimbar Bebas Radar Bogor (25/1/2016)

 
Leave a comment

Posted by on January 25, 2016 in chickenSoup

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: