RSS

Belajar Bikin Flash Fiction

25 Jan

Coretan Mantan Staf (ODOP-9)

Fiksi 1

Gorden Baru Bunda

Matahari begitu terik. Bunda datang dari kejauhan dengan menenteng tas kresek besar berwarna oranye, sembari sesekali mengusap dahinya yang basah.

“Ssssrrreeepp… Alhamdulillah segarnya air es ini,” Bunda membuka kulkas, langsung menjatuhkan tubuhnya yang tidak ramping lagi ke atas sofa. Naura, putri kecilnya datang menghambur ke arah bunda.

“Bundaaaa!”

“Iya Nak, main ke sana dulu ya, Bunda masih capek sekali,” belum genap lima menit berlalu, Bunda terlelap karena saking lelahnya.

Naura yang aktif langsung membuka tas kresek di samping kaki Bunda, tertarik dengan warnanya yang menyolok.

Sudah lama Bunda ingin membeli gorden untuk mempercantik ruang tamu. Beliau ngidam memiliki gorden bermotif bunga sakura dengan warna dasar putih tulang. Lembut sekali bahannya. Memang hasil ngiklan ibu-ibu arisan mouth-to-mouth itu sukses menarik hati Bunda sedemikian rupa sampai rela berlelah-lelah naik angkot ke pasar besar di tengah kota demi mendapatkan gorden idaman dengan harga super miring.

Dibolak-balik lah kain gorden itu oleh Naura. Diseretnya kain panjang itu ke sana kemari. Sampai mata cerdiknya mengarah ke sebuah benda berwarna hitam tepat di bawah bangku meja ruang tamu di sudut ruangan. JRENGGG…benda itu tidak lain adalah gunting! Ayah menaruhnya di situ setelah memotong tali rafia tadi pagi, lupa belum dikembalikan ke tempat aslinya di lemari dapur.

Sepuluh menit berlalu. Bunda membuka mata lelahnya perlahan. Beliau terperanjat melihat ke sekitaran. Guntingan perca kain berserak di lantai tak karuan. Dan parahnya! Apa? Ini…ini kain gorden yang baru Bunda beli.

“Nauraaaaa!!!!”

Bukan kepalang merah wajah Bunda. Apalagi Naura dipanggil sedari tadi tak ada jawabnya. Tak tahu kemana rimbanya. Kali ini Naura bakal menerima hukuman istimewa, dikurung di kamar selama sepuluh menit. Dicarilah putri kecilnya itu ke depan, samping dan belakang rumah. Hasilnya nihil. Hingga terdengar suara sedikit gaduh dari dalam kamar Naura kecil. Dibukalah pintu kamar Naura perlahan oleh Bunda. Wajah Bunda yang merah padam seketika berubah menjadi mendung yang siap menurunkan air hujan. Sesaat kemudian bulir kecil air hujan keluar dari sudut mata Bunda yang tak lagi muda. Naura kecil sibuk membalutkan kain hasil menggunting gorden sebagai kerudung di depan cermin imut, menutupi rambut kriwulnya. Tak lupa disematkannya bros kupu-kupu hadiah dari Bunda, nampak seperti putri raja begitu cantiknya. Antara haru dan marah, Bunda memutuskan untuk tetap memandangi putri semata wayangnya meneruskan kecerdasannya. Bunda terpesona.

“Ah, sepotong kain bisa dibeli. Tapi kecantikan hati anakku tak terganti. Semoga kamu jadi anak salihah ya, Nak!” gumam Bunda dalam hati.

======================================================================

 

Fiksi 2

Awas Satpam Galak!

Pak Kusnadi, satpam kantor tempatku kerja, tiba-tiba datang mengayunkan langkah dari luar ruangan sambil bersungut-sungut dan membawa pentungan. Dia menatap tajam kepada kami yang sedang berada di dalam ruangan. Di antara kami ada yang sedang mengerjakan tugas kantor, ada yang cuma ngobrol ngalor-ngidul sambil bersandar di sofa khusus tamu, bahkan ada pula yang sedang memainkan game di gadget.

Sontak ekspresi Pak Kusnadi memutus pembicaraan kami yang terdengar riuh seperti di tengah pasar tradisional. Suasana mendadak hening. Sepi. Bahkan jika pulpen terjatuh pun pasti akan terdengar.

Pak Kusnadi menggelar sajadah. Beliau salat dhuhur empat rakaat di tempat khusus di sudut ruangan. Sejenak menghentikan kesibukan dunia.

Kami pun dibuat terpana. Kami belum shalat sedari tadi, padahal panjang waktu jeda.

Emma Lucya Fitrianty

 

 

 

 
Leave a comment

Posted by on January 25, 2016 in chickenSoup

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: