RSS

Muroja’ah Untuk Bapak

22 Jan

Coretan Mantan Staf (ODOP-6)

Astaghfirullah, saya telat menulis satu postingan di hari keenam. Kesalahan saya kemarin adalah tidak mengalokasikan waktu di awal hari untuk menulis. Prediksi saya meleset. Biasanya sih saya terbangun di malam hari setelah menidurkan si kecil. Ternyata, bablas sampai dini hari. Hmm..insyaallah hutang menulis ini akan saya bayar hari ini, insyaAllah.

Saya sangat menikmati mimpi tadi malam. Kenapa? Karena saya bermimpi bertemu dengan almarhum bapak dan almarhumah eyang (ibu dari Pakde). Rindu saya membuncah untuk bertatap muka langsung dengan almarhum bapak. Dan di dalam mimpi saya tadi malam semua terasa seperti terjadi di kehidupan nyata. Saya lama berdialog dengan ibu dan almarhum bapak, sibuk menyiapkan ranjang untuk eyang yang rencananya akan tinggal bersama kami karena sakit. Dengan latar tempat dan setting di ex-rumah lama saya yang telah dibongkar semua seakan nyata dan seperti kembali ke jaman saya masih SMA. Ah, tapi semuanya cuma mimpi. Mungkin alam bawah sadar saya yang membayangkan hal-hal seperti itu hingga terbawa ke alam mimpi. Tapi apapun itu, saya bersyukur bisa melihat wajah almarhum bapak, orang yang begitu saya rindukan. Karena rentetan peristiwa sebelum beliau meninggal membuat saya menyesal, kenapa saya tidak berbuat yang terbaik untuk beliau saat itu?! Mengapa saya begitu egois kala itu?! Ah, tak perlu diungkit lagi. Saya hanya yakin, semua pasti ada ibrahnya. Semua ada ibrahnya.

Sekarang, selagi ibu saya masih hidup saya ingin berbuat yang terbaik untuk beliau. Mumpung masih ada waktu. Saya ingin tidak menunda kebaikan untuk orang tua. Kebaikan yang maknanya luas. Bentuk birrul walidain kita kepada orang tua bukan hanya berupa materi karena materi tidak dibawa mati. Tapi, doa kita, itu yang mereka butuhkan. Doa anak yang salih dan salihah. Bukankah itu salah satu amal jariyah bagi orang tua kita sepanjang masa?! Rabbighfirlii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaani shaghiiraa. Doa kita semoga mereka selalu dalam ketaatan kepada Rabbnya, terhindar dari segala bentuk fitnah dunia yang melenakan dan menipu ini. Mungkin belumlah seberapa yang bisa saya lakukan sebagai anak. Namun semampu saya, saya akan berusaha.

Dan terkhusus untuk almarhum bapak, semoga beliau mendapat terbaik di sisi Allah. Beliau orang baik. Teriring doa untuk beliau. Allahummaghfirlahu warhamhu wa ‘aafihii wa’fu anhu. Allahumma laa tahrimna ajrahu walaa taftinna ba’dahu waghfirlanaa walahu. Aamiin. Saya masih ingat kata terkahir yang beliau bisikkan seketika datang di rumah sakit. “Kancanono aku! (temani saya –bahasa Jawa)”. Itu kata-kata beliau. Selalu saja, ketika mengingat momen itu dada ini terasa sangat penuh. Ingin rasanya menunggui beliau lebih lama lagi saat beliau dirawat. Ah, sudahlah. Semua sudah diatur Allah, termasuk ajal manusia kapan dan dimana. Malaikat Maut tak pernah salah menyabut nyawa manusia, kan?! “…laa yasta’khiruuna saa’atawwalaa yastaqdimuun..” Kematian itu tak dapat sedetikpun dimajukan atau dimundurkan. Insyaallah, saya menghadiahkan pahala muroja’ah hafalan al Quran saya di hari ahad untuk almarhum bapak. Semoga ini bisa menemani beliau di akhirat sesuai permintaannya. Menjadi teman yang menyejukkan beliau di alam kuburnya. Ya Allah, kabulkanlah.

Semoga Allah mengijabah semua doa saya. Semoga saya mampu untuk itu, karena mungkin belumlah istimewa apa yang saya bisa lakukan untuk beliau. Allahumma inni as-aluka ilmannaafi’an, wa amalan mutaqabbalan. Aamiin ya Mujiibassa’iliin.[]

 

Emma Lucya Fitrianty, S.Si

Penulis

images

 
Leave a comment

Posted by on January 22, 2016 in chickenSoup

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: