RSS

Sehari Satu Baris

17 Jan

Coretan Mantan Staf (ODOP-2)

Hmm… sudah beberapa bulan jadi SAHM ya. Waktu terasa berjalan begitu cepat. Capaian-capaian jangka pendek –termasuk capaian jangka panjang harus segera diperbaiki. Mungkin lebih tepat kita menyebutnya TARGET. Agar apa saja yang kita lakukan terukur, tidak lost ditelan masa.

Kali ini berhubungan dengan salah satu cita-cita panjang saya: menjadi Hafidzah! (wihh..terlalu muluk ya?). Ya saya tahu diri lah. Ilmu agama saya masih cetek! Banyak halyang harus saya pelajari untuk menuju cita-cita itu. Ya, paling tidak HARUS MAU belajar bahasa Arab. Harus bisa meluangkan waktu untuk menambah hafalan sedikit demi sedikit,sekaligus muroja’ah hafalan.

Sampai suatu hari ada seorang sahabat lama yang menghubungi. Sebut saja namanya Handayani. Dia mengajak saya untuk bergabung dengan komunitas ODOL. One Day One Line. (Maaf sebut merk, jadinya semacam promosi, hihi). Ya, sebuah komunitas penghafal al Quran. Minimal para anggotanya harus menyetor hafalan satu baris setiap harinya. Sehari satu baris. Saat itu, tanpa pikir-pikir lagi, saya iya-kan saja ajakannya.

Setelah ikut program tersebut –meski masih berjalan sekitar dua bulan- terasa bahwa menghafal al Quran itu nikmat. Semoga demikian rasanya hingga sampai kapan pun nanti. Aamiin ya Rabbal ‘aalamiin. Namun serasa diri ini jadi tertampar. Ternyata saya yang disebut orang sebagai pengemban dakwah masih jauh dari kriteria layak. Terhadap al Quran saja ternyata saya masih ada jarak. Astaghfirullahal ‘adziim. Urutan surat dalam al Quran saja tidak hafal. Ya harusnya seorang pengemban dakwah (katanya sih gitu) sedikit banyak mengetahui urutan beberapa surat dalam al Quran meskipun tidak seluruhnya. Alasan kerja fulltime sebagai PNS waktu itu sempat menjadi alasan saya untuk lalai dari membaca, apalagi menghafal kitab suci al Quran. Bagaimana tidak? Jam 6 pagi harus segera berangkat ke kantor dan pulang kerja sudah sangat sore. Itu semua sudah membuat fisik ini begitu lelah. Belum kewajiban lain di luar kantor, seperti mengasuh anak-anak dan pekerjaan rumah tangga lainnya. Tapi terlepas dari itu semua mungkin memang saya yang kurang punya azam kuat untuk dekat dengan al Quran. Tepatnya, dengan lelahnya fisik ini, untuk menghafal al Quran belum terpikirkan. Terlalu banyak yang saya kambinghitamkan.

Mungkin memang dengan cara seperti ini Allah subhanahu wa ta’ala membuka hati dan pikiran saya. Off dulu dari pekerjaan fulltime di luar rumah dan fokus untuk memperbaiki diri. Menderas diri dengan al Quran dan belajar banyak hal dari kehidupan. Saatnya saya meng-install ulang pola sikap dan pola pikir. Saatnya saya meningkatkan valensi diri untuk menjadi seorang muslimah yang layak disebut sebagai pengemban dakwah. Selain tentunya menjadi ibu yang baik untuk anak-anak. Terus belajar untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari. Mungkin begitu. []

images9KF0KZEY

Emma Lucya Fitrianty,S.Si

Penulis

 

 
Comments Off on Sehari Satu Baris

Posted by on January 17, 2016 in chickenSoup

 

Comments are closed.

 
%d bloggers like this: