RSS

[MOTIVASI] Jadilah Penulis

27 Oct

“Dalam setiap training kepenulisan, saya lebih suka memberi motivasi dibanding teori menulis itu sendiri. Walaupun saya belumlah menjadi penulis hebat, tapi motivasi berikut ini selalu saya sebarkan, dengan tujuan memotivasi diri sendiri.”

Kenapa kita menulis?:

1. Saya menulis maka saya ada.

Seorang filosof yang mengembangkan paham eksistensialisme yaitu Nietsche mengatakan “Saya berfikir maka saya ada.” Pemikiran tersebut sekarang berkembang menjadi “saya menulis maka saya ada.” Menulis adalah bukti eksistensi seorang manusia terpelajar dan modern.

2. Saya menulis maka saya belajar.

Seorang penulis adalah pembelajar sejati. Dia selalu haus akan ilmu. Untuk menulis, kita harus banyak membaca, mencari sumber informasi, mengolahnya menjadi tulisan yang layak untuk dibaca. Eni Kusuma, seorang pembantu rumah tangga asal banyuwangi yang bekerja di Hongkong berhasil menulis buku motivasi berjudul “Anda Luar Biasa.”

3. Saya menulis maka saya kaya.

JK Rowling penulis serial Harry Potter adalah penulis terkaya di dunia. Pada tahun lalu, penghasilannya mencapai 170 juta Poundsterling atau sekitar 9 USD per detik. Menurut Sunday Times, total kekayaannya mencapai 560 juta Poundsterling (sumber: Kompas, 5 Oktober 2008). Andrea Hirata mendapatkan miliaran rupiah dari tetralogi Laskar Pelangi. Filmnya mencatat sejarah sebagai film yang paling banyak ditonton di bioskop Indonesia. Habiburrahman El Shirazy berhasil mendirikan pesantren modern karena bukunya Ayat-ayat cinta, Ketika Cinta Bertasbih dll jadi best seller dan dijadikan film layar lebar.

4. Saya menulis maka saya beribadah.

Jika kita menulis tentang kebaikan dan orang lain menjadi terinspirasi atau termotivasi, maka kita sebenarnya sama dengan berdakwah. Kita akan mendapatkan pahala dan menulis menjadi bagian dari ibadah. So, menulis itu bermanfaat dunia akhirat. Pahalanya insya Allah mengalir walau kita sudah terkubur.

5. Saya menulis maka saya dikenang.

Secerdas apapun Anda, sehebat apapun Anda, jika tidak pernah Anda tuliskan, kelak ilmu Anda akan terkubur bersama jasad Anda. Tuliskanlah, maka Anda berarti mewakafkan ilmu dan mewariskan kekayaan inspirasi pada umat, sepanjang masa, sepanjang abad. Karya-karya Imam Al-Ghazali, masih menjadi referensi hingga detik ini karena ada bukti otentiknya berupa tulisan. Bahkan seorang Kartini pun terus dikenang “hanya” karena tulisannya berupa surat-surat.

Jadi, apapun profesi Anda, menulislah!

“Saya ibu rumah tangga, juga penulis. Saya pengusaha, juga penulis. Saya guru, juga penulis. Saya mahasiswa, juga penulis. Saya dokter, juga penulis. Saya pengemban dakwah, juga penulis….”

[repost, by : Asri Supatmiati]

 
Leave a comment

Posted by on October 27, 2012 in seputar jurnalisme

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: