RSS

PERNIKAHAN, nama obat itu

01 Nov

..

Cinta itu Abstrak. Profan. Surealis.

Namun cinta pada dasarnya adalah sebuah penyakit. Penyakit yang dapat melanda siapapun manusia yang bernafas di dunia ini. Penyakit yang selalu dan selalu menggerogoti pilar-pilar hati hingga rapuh dikala meradang. Penyakit yang membuat Romeo rela memisahkan ruh dengan raganya. Penyakit yg dapat memacu adrenalin yg tak terhingga sebagaimana Sangkuriang, Ken Arok, hingga Siti Zulaikha dengan Nabi Yusuf-nya.

Cinta memang sebuah penyakit namun bukan berarti tidak ada obatnya. Sebab segala penyakit selalu ada obatnya. Sama halnya seperti saat Allah Subhanahuwata’ala menciptakan segala sesuatu, maka akan selalu ada pasangannya. Pun begitu juga seperti tesis, maka akan selalu ada antitesis. Begitulah sunatullahnya. Beruntunglah, obat yg paling ampuh utk mengobati penyakit krn cinta adalah sesuatu yg agung. Pernikahanlah; nama obat itu.

Pernikahan. Tempat berhentinya hati yg telah lama mengembara utk berlabuh. Tempat yg telah lama dinanti ketika semua yg haram telah dihalalkan, semua yg dilarang telah dianjurkan, dan semua perkara yg dahulu berdosa sekarang telah mengalir pahala.

Mungkin banyak sekali obat lain yg dapat digunakan utk mengobati penyakit ini. Akan tetapi, obat selain pernikahan yg sah hanya akan mendatangkan penyakit lain dan merusak cinta.

Sekali lagi, cinta adalah penyakit. Sementara obatnya tidak lain adalah bersatunya dua insan dalam bingkai pemikiran yg penuh barokah.

Dalam Kitab Al-Qanun fi al-Thib, Ibnu Sina menggambarkan bagaimana cara menyembuhkan penyakit cinta ini. Ketika itu, Ibnu Sina diminta utk memeriksa salah seorang kerabat Raja Hyrcania yg sedang mengidap penyakit yg membingungkan para dokter. Lantas Ibnu Sina meminta didatangkan kepadanya beberapa orang yg mengetahui betul jalan-jalan di kota dan nama-nama kota yg ada di sekitarnya. Kepada orang-orang tersebut, dimintanya untuk menyebut nama-nama jalan yg ada di kota itu dan nama-nama jalan di kota sekitarnya. Sedangkan Ibnu Sina hanya meletakkan tangannya diatas urat nadi si sakit. Tak lama Ibnu Sina berkata: “Sekarang saya perlukan beberapa orang yg mengetahui semua rumah dan nama orang yang berada di jalan-jalan dari kota tersebut.”

Satu persatu mereka menyebutkan silih berganti nama-nama rumah dan nama orang yg berada di jalan dari kota tersebut, dan ketika disebutkan nama orang yg tinggal di suatu rumah tertentu, bertambahlah denyut nadi si sakit. Lalu Ibnu Sina berkata kembali, “Pemuda ini (sedang dilanda penyakit) jatuh..cinta pada seorang gadis yg tinggal di rumah itu.” Maka … (dengan seizin Allah Subahanhu wata’ala) sembuhlah penyakit pemuda itu setelah dinikahkan dg gadis penghuni di salah satu jalan di kota tersebut.

Dengan demikian, jelas bahwa obat yg paling mujarab menyembuhkan penyakit cinta ialah pernikahan. Yakni, setelah mitsaqan ghalizha berlangsung. Ketika dg lirih diucapkan:  “Angkahtuka wa zawwajtuka binty…” lalu disambut dg ucapan penuh nada kepastian: “qabiltu nikakhaha.”

Berbahagialah!

Saat itu telah ditemukan obat utk penyakit cinta.

[disalin dg beberapa perubahan seperlunya dari souvenir pernikahan Ima & Gilang, ‘Sebuah Shelter Pendakian, liberationyouth, Mei’2007]

^_^ maap ye,, kalo temanya jauh dari tema yg lg mendunia skrg heheee

 
Leave a comment

Posted by on November 1, 2011 in chickenSoup

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: