RSS

CASING

28 Oct

Bus Sumber Kencono yang kutumpangi dari terminal Nganjuk ke Madiun sudah penuh. Aku terpaksa berdiri. Sendiri. Sudah hampir satu jam aku berdiri, tak juga ada penumpang yang bergerak. Seperti tak ada indikasi kehidupan didalam bus ini. Senyap. Heuh..ya sudahlah, kunikmati perjalananku ini, sambil sightsee, melihat-lihat pemandangan di luar bus.

Setelah kesenyapan beberapa lama, naiklah tiga orang penumpang laki-laki secara bersamaan.

Dua orang naik dari pintu bus samping belakang. Ada yang berpakaian rapi dengan baju mirip baju koko, celana cingkrang, dengan dua titik tanda hitam di dahinya (seperti tanda bekas sholat) sambil bawa tas gede berwarna hitam. Yang satunya pake jaket agak kumal, sambil kedua tangannya dimasukkan kedalam saku jaket.

Dan yang terakhir, laki-laki ketiga yang masuk ke dalam bus dari pintu samping depan, mengenakan sweater orange dan celana panjang dengan tas kecil merk Alto diselempangkan, tak ketinggalan kaca mata bening bertengger di batang hidungnya yang lumayan mancung, mirip penampilan Sami Yusuf dalam klipnya Hasbi Rabi. Cool and casual! Weeeuhh..asli!

“Mbak, tolong geser ke belakang!” pinta kondektur bus mengagetkan lamunanku. Aku yang dalam hitungan detik melihat ciptaan Alloh yang nyaris sempurna tadi tiba-tiba terhenyak oleh suara pak Kondektur. “Astaghfirulloh…jaga mata! GB!! GB!! (Ghodzul Bashor)” batinku. Hehe. Terpaksa aku harus mundur agak ke belakang, tepat diantara dua orang lelaki yang aku ceritakan tadi. Perasaanku kok tiba-tiba nggak enak ya?? Ahh..entah kenapa.

Ketika di sebuah perempatan jalan yang cukup kecil, naik seorang penumpang lagi. Seorang pemuda dengan dandanan nyentrik ala punkers. Rambut jabrik ditata dengan gaya mohak warna orange menyala, topi khas distro Bandung bertitle eat354 disematkan di celananya yang kedodoran. Tak ketinggalan tindikan di bawah bibirnya yang memble, serta kaos hitam bergambar tampang sosok yang sungguh tak asing bagiku: muka narsisnya Che Guevara yang sudah kumal dan jeans sobek-sobek di dengkul, juga tak kalah kumalnya. Hadeeuuhh… masih saja ada banyak orang yang tersepona, eh, terpesona dengan tampang Che Guevara!! Hari gini gitu lhoh..siapa yang tak kenal pejuang Sosialis satu ini. Hal yang membuatku muak melihat muka Che sebenarnya bukan hanya karena dia suka main perempuan! Beuh.. (semoga bukan karena sinisme seorang perempuan, apalagi karena feminisme! Please dech, aku bukan pejuang gender, Gan!). Tampang pemuda punk ini semakin membuatku eneg dari awal dia masuk ke bus ini, ditambah dengan muka mesum sosok di kaosnya itu. Andai ini bus milik mbahku, sudah kutempeli bus ini dengan poster bertuliskan: “Punker-sosialis dilarang naik!” Hadeuh, apa yang kupikirkan!!!???

Pemuda punk ini berdiri menghadap ke tempat duduk seorang wanita paruh baya yang, maaf, tinggal beberapa biji saja giginya masih bertahan. Wanita tua itu pun dengan cepatnya tertidur pulas dengan bungkusan tas kresek (plastik) hitam di pangkuannya. Kerut di wajah beliau juga nampak nyata.

Aku merasa semakin tak nyaman setelah bergeser tadi. Banyak penumpang baru yang juga menambah sesak. Dua orang lelaki berbaju koko dan berjaket, yang aku ceritakan tadi, seakan mendesakku. Semakin mendesak!! Tak ada jarak antara aku dan mereka!! Oh, tolong aku Gan!!! Aku terjepit!!!!  I do wanna scream out!!  Apalagi pak sopir juga semakin ugal-ugalan, main salip saja. Aku tak bisa bergerak!!! Tas ransel di punggungku tak bisa kugerakkan juga. Pasrah.. pikiranku sudah macam-macam. Teringat kisah sahabatku yang digerayangi orang tak dikenal di dalam bus juga. Ohh please jangan sampai menimpaku juga pada detik ini!! Perasaan campur baur antara capek, sebel, khawatir dan takut bergelayut jadi satu. Aku takut!! Dan dalam kecemasan yang memuncak itu, sesekali pemuda punk tadi memandangiku, tak kuladeni.. berkali-kali dia menatapku tajam. “Heeeuhhh, apa maumu sich?? Berani-beraninya menatapku seperti ini!! Tak liat kerudung dan jilbabku apa?? Ha?” tanda tanya besar nampang di kepalaku. Pemuda punk itu pun tetap menatapku, deeply.

Lima belas menit berlalu.

Lelaki yang aku bilang mirip Sami Yusuf tadi pun turun, sekali dia menoleh dengan tatapannya tepat jatuh kearah dua bola mataku. JEDUG…JEDUG… Walah..apa yang kurasakan!!??? GEDUBRAKK.. Hatiku perlu dicuci pake deterjen, beib!! Simelekete! Sempat-sempatnya aku jadi GJ alias Gak Jelas seperti ini padahal posisiku lagi di ujung tanduk, terjepit diantara crowded para lelaki, memperjuangkan kehormatan seorang perempuan!! Diriku! (alahh..lebay-nya diriku). Tapi…tapi… aku benar-benar tak mampu bergerak satu inchi pun. Anybody..help me!!!

Perhatianku kembali ke pemuda punk itu. “Wah, jangan-jangan anak ini mau bikin ulah! Kau mau nyopet ya??” batinku berteriak lantang.  Bergemuruh!!

Pandangan matanya pun semakin tajam, seperti mau menyampaikan sesuatu. Tapi tertahan di ujung tenggoroknya!! Dan entah kenapa juga aku pun meladeninya.

“Apa??” batinku semakin ingin tahu.

Dua orang laki-laki yang tadi membuatku sesak tak lagi me-rapat-kan diri kepadaku. Mereka, lelaki berbaju koko dan berjaket, terburu-buru turun dari bus, beberapa menit setelah pemuda punk itu tadi beradu pandang denganku. Aneh!!! Pemuda punk itu mendekat padaku.

JRENGGG…

“Maaf, mbak! Maaf kalau saya lancang. Tadi…tadi… dua orang yang berbaju koko dan berjaket itu sempat merogoh-rogoh isi tas punggung mbak, bergantian!! Mbak nggak ngerasa ya?? Dan juga sempat memasukkan tangannya ke dalam saku jaket mbak, seperti mencari sesuatu, gitu, cuma itu yang ingin saya sampaikan. Hati-hati ya,” ucap pemuda punk itu begitu sopan. Dia pun kembali ke posisi awal ketika dia berdiri, tepat di depan wanita tua.

JRENGGGGGG…

“What!!” aku terkesiap. “Oh, tidakkkk!! Dengan seenaknya aku menganggap pemuda punk di hadapanku sebagai orang jahat, tapi ternyata….oh, no!!!” Ingin sekali aku menjeduk-jedukan kepalaku ini ke pintu bus!! Atau kalau bisa, aku ingin pinjam tas kresek ke wanita tua itu untuk menutup mukaku yang memerah. Hei, apa yang kupikirkan tentang pemuda punk ini!!??? Aku meringis!! Ucapan terimakasih pun tak berani kuucap. Malu!

Masih dalam ke-termangu-anku, pemuda punk itu pun mengeluarkan sebungkus permen kopiko dan serta-merta diberikannya kepada wanita tua di hadapannya yang baru saja terbangun, tanpa ada ekspresi kemenangan yang –sebenarnya secara tak kusadari- telah menolong dan mengingatkanku. Sikap pemuda punk itu menyiratkan seakan tak terjadi apapun.

Gan, kamu tahu nggak? Tertipu oleh casing itu sungguh memalukan!!!!!!

[]

k@ze

[coretan cewek GeJe *_^]

 
4 Comments

Posted by on October 28, 2011 in chickenSoup

 

Tags: , , ,

4 responses to “CASING

  1. ciput

    October 28, 2011 at 5:34 am

    don’t judge the book from it cover…

     
    • yirumakaze

      October 31, 2011 at 5:44 am

      yup

       
  2. nabila el firdausy

    October 31, 2011 at 3:52 am

    benar-benar ingin ku tampard engan spatu boat,,, brarti klo selama ni aku rada2 ilfeel gak salah dong mb?

     
    • yirumakaze

      October 31, 2011 at 5:45 am

      tampar aja deh😛 tapi permisi dulu kalo mau nampar, hehe

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: