RSS

Rok Mini; Simbol Penindasan Perempuan!

20 Oct

 

Hingga saat ini, muslimah tetap menjadi sasaran dari propaganda Barat untuk menjelek-jelekkan Islam dan kaum Muslim. Identitas Muslimah dicerca habis-habisan dan disandingkan dengan tanda-tanda kemunduran peradaban, kehidupannya yang suci dan terhormat dilecehkan, dan kedudukannya yang mulia di tengah-tengah peradaban Islam digugat. Isu tentang jilbab atau burka, poligami, emansipasi dan kesetaraan gender, adalah cerminan dari sentimen peradaban Barat terhadap kaum Muslimah.

Segala bentuk identitas Muslimah dipreteli, dan Muslimah digiring untuk lebih mendekatkan dirinya dalam pemikiran dan budaya Barat yang sekuler. Lalu mereka mencoba untuk mengintegrasikan kehidupan Muslimah ke dalam peradaban Barat, seraya membuat penafsiran tentang Islam dan tentang Muslimah menurut persepsi mereka.

Salah satu contoh konkrit dari kebencian Barat terhadap kaum Muslim, terutama Muslimah, adalah hujatan terhadap pakaian khas Muslimah juga dilakukan oleh jurnalis terkenal di Barat, seperti Polly Toynbee yang menulis Behind the Burka pada surat kabar The Guardian, “Burka yang memanjang dari ujung rambut hingga ujung kaki, dengan potongannya yang merepotkan dan membuat pengap, adalah lebih dari sekedar instrument penyiksaan. Burka menutupi dan menyelubungi daya tarik seksual perempuan. Burka mengubah setiap perempuan menjadi objek kekotoran yang terlalu nista untuk dilihat. Burka adalah pakaian bernuansa seksual yang mengerikan… Burka mengubah perempuan menjadi makhluk yang sangat diliputi ketakutan, yang menuntut dan menantikan kejahatan dan pengorbanan… versi Burka yang lebih moderat juga memiliki efek yang sama, malah menginspirasi pikiran-pikiran cabul yang katanya justru ingin dihilangkannya.” Ini hanyalah sebagian contoh penghinaan terhadap khimar dan jilbab, bentuk modern ‘serangan terhadap jilbab’.

Selain itu, pada tahun 2002, BBC dalam dokumenternya yang berjudul ‘Faith in Fashion’, secara khusus dibahas bagaimana seorang perempuan bisa menjadi Muslimah sekaligus menjadi bagian dari lingkaran fesyen seperti di masyarakat Barat dan memiliki keinginan untuk mengadopsi gaya pakaian Barat yang sudah ‘di-Islamkan’ –bagaimanapun bentuknya! Karena itu, saat ini yang menjadi fokus perhatian Barat ialah mendiskreditkan dan membuat batasan baru tentang pakaian Muslimah, serta penguatan konsep Barat tentang cara menetapkan apa yang benar dan apa yang salah (menurut persepsi mereka).

Rok mini! Mereka katakan rok mini adalah simbol kebebasan individu. What? Bukankah malah rok mini adalah simbol penindasan terhadap perempuan? Ketelanjangan dari ujung rambut hingga ujung kaki, (ada kalanya) rok panjang dengan belahan samping yang mengerikan, adalah lebih dari sekedar instrument penyiksaan. Rok mini adalah pembuka dan penampang daya tarik seksual (sex appeal) seorang perempuan. Rok mini mengubah setiap perempuan menjadi objek ketidaksenonohan yang terlalu murahan untuk dihargai. Rok mini adalah pakaian bernaunsa seksual yang mengerikan. Rok mini mengubah perempuan menjadi makhluk yang diliputi ketakutan, menuntut dan menantikan kejahatan dan pengorbanan. Jadi, masihkah kita katakan bahwa rok mini adalah symbol kebebasan??

Iklan-iklan televisi Barat mempropagandakan slogan-slogan seperti “because I’m worth it” (karena saya layak mendapatkannya), seolah-olah ingin mengatakan bahwa perempuan yang tidak menggunakan produk mereka berarti tidak menghargai dirinya sendiri. Bukankah slogan ini juga telah merasuk ke jantung-jantung Muslimah di negeri ini (disadari atau tidak)?  Karena itu, tidaklah mengejutkan jika perempuan-perempuan Muslimah –termasuk di negeri ini- menjadi semakin konsumtif, obsesif, dan begitu sibuk mengurusi penampilannya, mengalahkan masalah-masalah lain dalam kehidupannya.

Dengan adanya serangan gencar dari Barat, kaum Muslimah telah menjadi korban konsep kebebasan individu Barat. Sekarang ini, sudah bukan barang langka lagi kita meihat gadis-gadis Muslimah menjalani kehidupan ganda. Di depan orang tua dan di rumah, mereka menjalani kehidupan yang sesuai dengan tuntutan budayanya, tetapi giliran di sekolah, kampus, atau tempat kerja, mereka menanggalkan identitas khasnya itu dan mengasosiasikan dirinya dengan konsep, nilai, dan gaya berpakaian ala Barat. Akibat perbuatannya ini, mereka gagal mengikatkan dirinya kepada suatu perangkat nilai-nilai dan hidup berdasarkan nilai-nilai khasnya itu.

Muslimah yang sudah ter –Barat-kan itu tidak merasa berdosa dengan tidak mengenakan khimar dan jilbab. Mereka malah menganggap khimar dan jilbab menghambat kehidupannya dan prospek karirnya di masa depan. Dengan menjalani profesi sebagai pengacara, dokter, ilmuwan, atau bahkan sekretaris, para Muslimah itu merasa harus berpenampilan seperti –maaf- ‘office tart look’ (pelacur kantoran) atau ‘citra wanita muda profesional’, dan didalam benaknya ada pikiran bahwa mengenakan pakaian Islami tidak akan membuatnya bisa ‘fit in’ (menyesuaikan diri dengan lingkungan). Para Muslimah yang sama juga memandang aspek lain dari Islam berdasakan perspektif ini.

Adalah suatu kehormatan bagi seorang Muslimah untuk menaati ketentuan Sang Pencipta dan mengikuti tata cara berpakaian yang Islami. Islamlah yang harus menjadi standar perbuatan seorang Muslimah, bukan budaya Barat yang sangat bertentangan dengan keimanannya. Dengan Islam sebagai rujukan yang melekat di kepalanya, terlepas dari tekanan atau realitas yang ada, seorang Muslimah justru akan terhormat, di dunia dan di kehidupan setelah dunia ini. Dan hanya dengan sistem Negara Khilafah-lah, semua itu akan terwujud! Wallohu a’lam bi as-showab.   

[]

 

 
1 Comment

Posted by on October 20, 2011 in opini

 

One response to “Rok Mini; Simbol Penindasan Perempuan!

  1. alfath

    September 11, 2013 at 9:40 am

    menarik.. ingin tulis bahasan serupa tapi dg bahasa yg berbeda🙂
    salam blogwalking

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: