RSS
Aside
12 Feb

Bismillahirrahmaanirahiim

 

Dengan kerendahan hati, mari kita simak, pesan-pesan Al-Qur’an tentang tujuan hidup yang sebenarnya. Tulisan ini untuk semuanya. Untuk mereka yang sudah memiliki arah, dan untuk mereka yang belum menemukan arah, serta untuk semua yang menginginkan kebaikan.

 

Nikah itu ibadah.. nikah itu suci.. memang nikah bisa karena harta, kecantikan, keturunan, dan bisa karena agama. Jangan engkau jadikan harta, kecantikan, keturunan sebagai alasan karena semua itu akan menyebabkan celaka. Jadikan Agama sebagai landasan, engkau akan mendapatkan kebahagiaan.

 

Tak dipungkiri bahwa keluarga terbentuk karena cinta, namun jika cinta engkau jadikan landasan, maka keluargamu akan rapuh, akan mudah hancur.

 

Jadikanlah Allah sebagai alasan, niscaya engkau akan bahagia. Tidak saja di dunia, tapi juga di akhirat. Jadikanlah Ridho Allah sebagai tujuan. Insya Allah Sakinah, Mawaddah, Warohmah akan tercapai. Amin…

 

 

Untuk suami…Renungkanlah…

 

Pernikahan menyingkap tabir rahasia. Istri yang kamu nikahi tidaklah semulia Khadijah, tidaklah setaqwa Aisyah, pun tidak setaqwa Fatimah. Justru istrimu hanyalah manusia akhir zaman yang punya cita-cita menjadi sholihah…

Pernikahan menyadarkan akan kewajiban bersama. Istri menjadi tanah, kamu langit penaungnya. Istri ladang tanaman, kamu pemagarnya. Istri adalah murid, kamu gurunya. Istri bagaikan anak kecil, kamu tempat bermanjanya. Dan ketika istri menjadi racun, kamulah penawar bisanya. Seandainya istri tulang yang bengkok, maka berhati-hatilah meluruskannya karena rawan patah..

Pernikahan menginsyafkan kita akan perlunya iman dan taqwa untuk belajar meniti sabar dan ridha Allah. Karena memiliki istri yang tak sehebat mana, justru kamu akan tersentak dari alpa.

Kamu bukanlah Rasulullah, pun bukanlah Sayyidina Ali. Cuma suami akhir zaman yang berusaha menjadi suami sholih.

Amin….

 

 

Untuk Istri….Renungkanlah…

 

Pernikahan membuka tabir rahasia. Suami yang menikahimu tidaklah semulia Muhammad SAW, pun tidak setabah Ayub ataupun segagah Musa. Apalagi setampan Yusuf. Justru suamimu adalah lelaki akhir zaman yang punya cita-cita membangun keturunan yang Sholih…

Pernikahan mengajarkan kita kewajiban besama. Suami menjadi pelindung, kamu penghuninya. Suami adalah nahkoda kapal, kamu pengemudinya. Saat suami menjadi raja, kamu nikmati anggur singgasananya. Seandainya suami bengis lagi lancang, bersabarlah memperingatkannya.

Pernikahan mengajarkan kita perlunya iman dan taqwa untuk meniti sabar dan ridha Allah Subhanahu wata’ala. Karena memiliki suami yang tak segagah mana, justru kamu akan tersentak dari alpa.

Kamu bukanlah Khadijah yang begitu sempurna didalam menjaga, pun bukanlah Hajar yang begitu setia dalam sengsara. Cuma wanita akhir zaman yang berusaha menjadi sholihah. Amin….

 

Untuk Calon Suami Sholih

Jangan kau menginginkan menjadi raja dalam ‘istanamu’ disambut istri ketika datang dan dilayani segala kebutuhanmu. Jangan engkau terlalu cinta kepada istrimu sehingga menuruti segala kemauannya. Jika itu kau laukan, engkau akan celaka karena tak kan dapat membedakan mana hitam dan putih. Tegaslah terhadap istrimu dengan cintamu. Ajaklah ia taat kepada Allah. Jangan biarkan dia dengan kehendaknya. Bimbinglah mereka menajdi wanita sholihah seperti Khadijah, Hajar, atau Maryam…

 

Untuk Calon istri Sholihah

Jangan engkau menginginkan menjadi ratu dalam ‘istanamu’, disayang, dimanja dan dilayani suami serta terpenuhi apa yang menjadi keinginanmu. Jika itu kau lakukan, ‘istanamu’ akan menjafi neraka bagimu. Jangan paksa suamimu menurutimu sehingga melanggar perintah Allah dan menjadi pendurhaka. Kuatkanlah ia menjadi seperti Muhammad, Sayyidina Ali atau Ibrahim…

 

 

Nb: Semoga note ini semakin mengokohkan ikatan pernikahan saudara-saudariku semua. Semoga bisa semakin menyemangati saudara-saudariku semua yang belum menikah untuk menyegerakan menyempurnakan separuh dien. Luruskan niat di awal (pernikahan) dan di tengah (berjalannya pernikahan) semata-mata untuk mendapatkan mardhotillah (ridha Alloh, an sich).

Wedding Gift

 
Leave a comment

Posted by on February 12, 2011 in muhasabah

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: